Wah, bunda ngga’ ngerti juga nich apa mauku. Aku genggam jari telunjuk bunda dan menariknya agar mengikutiku ke ruang tengah. Sebelum bunda mengatakan sesuatu, aku telah berlari mengambil salah satu sendok plastik yang tergeletak dilantai dan memberikannya kepada bunda. Untuk kesekian kalinya bunda bertanya "What Alif ??". Kembali aku berlari mengambil satu lagi sendok plastik dan melemparkannya ke lantai. Sendok plastik itu berputar, sambil menunjuknya aku berteriak "cu..cuu…..".

Bunda terdiam memperhatikan sendok itu berputar, lalu tersenyum. Aku kembali menghampiri bunda, menggenggam jarinya dan memintanya untuk duduk bersamaku dilantai tepat di depan sendok plastik yang masih berputar lambat. Bunda meletakkan sendok plastik, yang aku berikan sebelumnya, ke lantai dan menyentaknya hingga berputar. "Do you want this Alif ??", aku berteriak "Daaaaa….". Asyik, bunda akhirnya mengerti apa yang aku mau.

Sejak itu, setiap kali aku membawakan sendok plastik kepada bunda, ayah, atau pengasuhku, mereka selalau berkata; "Do you want play spinning spoon Alif ??", akupun menjawab dengan pasti "Daa..". Awalnya mereka selalu memutarkan untukku sendok-sendok plastik itu secara bersamaan di atas lantai. Namun kini aku sudah bisa memutar 3 sendok plastik di atas meja secara bersamaan tanpa bantuan mereka.

Menyenangkan ……………