"Spinning Spoon", permainan yang paling aku sukai. Kalo boleh dibilang, akulah penemu permainan ini, dan Bunda yang memberikan nama buatnya.
Saat itu Bunda membeli seperangkat piring plastik lengkap dengan garpu, sendok, dan pisau plastik-nya. Warnanya beraneka ragam; merah, kuning, biru, dan hijau. Karena warnanya yang menarik, aku selalu merengek minta untuk memainkan perlengkapan tersebut.
Sampai suatu saat aku bosan dan melemparkan perlengkapan plastik itu berserakan di lantai. Saat itulah aku melihat beberapa sendok berputar di lantai sampai akhirnya berhenti ketika aku berusaha untuk mengambilnya. Aku lemparkan lagi sendok itu ke lantai, tapi sekarang dia tidak berputar seperti tadi lagi. Kenapa ya …. ???? Coba aku ambil dan lempar lagi ……. nah, kali ini dia berputar walau hanya sebentar saja.
Aku berlari mencari Bunda. "Ce..ce…cu..cu…", aku berteriak dan melihat Bunda berusaha untuk memahami apa yang aku inginkan. Tapi tetap saja Bunda ngga’ mengerti apa yang aku inginin. "Ada apa sayang ? What Alif ?". Cuman itu yang Bunda ucapkan menimpali teriakanku.
(nanti aku sambung ya ….)
